Serah Terima 2 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA ( Calon Orang Tua Angkat )

  • Senin, 06 Juli 2020 - 08:55:28 WIB
  • ADMIN-DINSOS
Serah Terima 2 Bayi Adopsi  Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA ( Calon Orang Tua Angkat )

Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Paramita” di Mataram, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial telah melakukan serah terima bayi adopsi kepada Calon Orang Tua Angkat dan Calon Orang Tua Asuh. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Balai Anak Anak Paramita, calon Orang Tua Angkat dan Calon Orang Tua Asuh. Selain itu, kegiatan dimaksud disaksikan juga oleh Pihak Dinas Sosial Kab.Lombok Timur yang diwakili oleh Bapak Kabid Rehsos, Bapak Kabid PSPFM, Bapak Kasi anak dan lanjut Usia serta Sakti Peksos. Sambutan yang diberikan oleh Kepala Balai Anak Paramita di Mataram. I Ketut Supena mengatakan “Pastikan tumbuh kembang anak berlangsung dengan baik, tetap jalin komunikasi dengan Balai Anak Paramita. alam sambutannya juga Supena mengatakan “Saat ini Bapak dan Ibu masih berada dalam tahapan uji coba pengasuhan bayi selama 6 (enam) bulan dan akan dimonitoring oleh Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten/Kota untuk dipantau dan dibuatkan laporan tumbuh kembang anaknya. Apabila dinyatakan layak maka akan dinyatakan dalam laporan sosial dan surat rekomendasi untuk diajukan kepada Tim PIPA (Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak) untuk diberikan surat rekomendasi yang dijadikan sebagai syarat untuk menjalani sidang di Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama guna penetapan status anak angkat bayi yang diadopsi tersebut”. Kegiatan serah terima bayi, Kepala Balai menyampaikan ucapan terima kasihnya atas niat tulus COTA melakukan adopsi dan beliau berharap agar bayi-bayi tersebut menjadi warna baru dalam keluarga masing-masing COTA. Kaitannya dengan kegiatan tersebut, bahwa program layanan pengasuhan anak yang ada di Balai Anak Paramita dikategorikan menjadi 2 (dua), yakni layanan adopsi atau pengangkatan anak dan Layanan Foster Care. Kedua layanan tersebut sama-sama menenkan pada perlindungan anak serta untuk mewujudkan hak anak dan kepentingan terbaik bagi anak. Adapun bayi yang diadopsikan atau mendapatkan layanan foster care merupakan bayi korban dan bayi terlantar, yang mana bayi korban adalah bayi yang memiliki ibu kandung namun karena suatu hal tidak mampu memberikan hak anaknya, sedangkan bayi terlantar adalah bayi yang ditemukan di pinggir jalan, rumah warga, pelataran musala atau tempat umum lainnya yang tidak diketahui ibu kandung maupun keluarganya. Jum'at 03 Juli 2020

  • Senin, 06 Juli 2020 - 08:55:28 WIB
  • ADMIN-DINSOS

Berita Terkait Lainnya