Edukasi Mitigasi Bencana, Dinas Sosial NTB Luncurkan Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Mobil Edukasi Bencana Ke Dinas Sosial Lombok Timur

  • Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:55:08 WIB
  • ADMIN-DINSOS
Edukasi Mitigasi Bencana, Dinas Sosial NTB Luncurkan Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Mobil Edukasi  Bencana Ke Dinas Sosial Lombok Timur

Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melaksanakan Program Perlindungan dan Jaminan Sosial dengan melakukan kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang tersebar di 50 (lima puluh) titik lokasi sekolah pada 10 (sepuluh) wilayah Kabupaten/Kota. Meluncurkan program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Mobil Edukasi Bencana (MEB), Program TMS dan MEB dimaksudkan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya mitigasi dalam kebencanaan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran bersama Mendikbud dan Menteri Sosial Tahun 2019 tentang Mitigasi Kebencanaan di Satuan Pendidikan melalui Program Tagana Masuk Sekolah. Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat Ahsanul Khalik mengatakan Indonesia ditakdirkan berada pada lempeng dengan rawan bencana. “Dalam upaya transformasi edukasi, Tagana Dinas Sosial melalui kegiatan ini melakukan uji simulasi pengurangan resiko bencana gempa bumi, baik itu saat pra bencana sampai dengan pasca bencana”. Semua jenis bencana ada, bencana alam dan non alam pun menjadi keseharian kita, sekolah sebagai satuan pendidikan menjadi salah satu ujung tombak dalam kegiatan mitigasi dan kebencanaan. sekolah juga adalah wadah untuk mengembangkan dan membentuk karakter pada anak-anak, baik itu di tingkat SD, SMP, maupun SMA, “Sehingga apabila siswa diberikan porsi yang terkait dengan pendidikan kebencanaan, maka dengan sendirinya akan tercipta karakter dan sikap kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi bencana di kemudian hari dan berharap selain simulasi, nantinya di sekolah-sekolah juga di bentuk TRC siswa yang terdiri dari Tim Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Tim Evakuasi, Tim Posko, dan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP), melalui kegiatan ini, Tagana berusaha untuk mengubah paradigma lama bahwa yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana adalah pemerintah, akan tetapi sebaliknya, ini merupakan tanggung jawab setiap lapisan masyarakat, target dari kegiatan ini adalah peserta mempunyai pengetahuan tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan resiko bencana pada tingkatan yang paling sederhana, sehingga mereka mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi sederhana bila terjadi bencana, materi yang di sampaikan oleh Tagana, meliputi Tugas Fungsi Tagana, Pengenalan Bencana, Mitigasi dan Pengurangan Resiko Bencana, Penanggulangan Pertama Gawat Darurat (PPGD), simulasi bencana gempa bumi serta membantu mensosialisasikan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Covid-19." kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik Ruang Kantor Dinsos NTB, pihak sekolah bahkan berharap agar kegiatan ini dapat di lakukan secara berkala, dan Tagana dapat membantu terbentuknya Tim Rescue dari para pelajar, terangnya. Mobil Edukasi Bencana (MEB) dikemas menarik seperti kedai Kopi yang menyiapkan juga produk - produk lokal, agar mengundang perhatian. Selayaknya sebuah kafe berjalan, "Mobil ini berfungsi sebagai kafe berjalan yang bisa membuka lapak di keramaian lalu pengunjung menikmati kopi asli Lombok dan Sumbawa dengan kue dan jajanan lokal, dan sambil menikmati kopi diisi dengan diskusi kebencanaan, atau sosialisasi tentang bencana, sehingga masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana yang terjadi sewaktu-waktu," Menurut Ahsanul, berangkat dari kondisi ini, semua pihak harus berperan aktif dalam misi kemanusiaan. Guna mengurangi resiko bencana seperti yang pernah terjadi 2 tahun silam di NTB. “Peran semua pihak termasuk para santri, pelajar, mahasiswa dan semua komponen masyarakat sangat penting dikuatkan mejadi bagian dalam pengurangam resiko bencana. Sehingga kita dapat menyiapkan kesiapsiagaan untuk respon yang efektif untuk bangkit kembali,” Agar gerakan sederhana kesiapsiagaan ini, menjadi semangat warga masyarakat di NTB khususnya untuk lebih siap dengan cobaan hidup. Sekaligus memupuk kesadaran seluruh pihak untuk tetap menjaga alam tanpa merusaknya dengan kegiatan - kegiatan yang tidak baik. Mari kita jadikan sebagai ikhtiar untuk pengurangan resiko bencana menjadi bagian dari investasi peradaban bagi anak cucu kita. Tagana harus menjadi pelopor, motivator dan motor penggerak kesiap siagaan kita dari bencana,” Gerakan nasional Tagana Masuk Sekolah di NTB pada sepanjang bulan oktober ini, akan menyasar 35 sekolah dan pondok pesantren di 10 kabupaten/kota se NTB. Hari Senin 12 Oktober 2020

  • Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:55:08 WIB
  • ADMIN-DINSOS

Berita Terkait Lainnya