Sakti Peksos bersama Koordinator dan Pengurus PKSAI Kabupaten Lombok Timur Melakukan Kegiatan FGD ( Forum Group Discussion ) di Desa Pringgabaya Utara.

  • Rabu, 11 November 2020 - 14:52:01 WIB
  • ADMIN-DINSOS
Sakti Peksos bersama Koordinator dan Pengurus PKSAI Kabupaten Lombok Timur Melakukan Kegiatan FGD ( Forum Group Discussion ) di Desa Pringgabaya Utara.

Pengembangan Program Kesejahteraan Sosial Integratif (PKSAI)  Kabupaten Lombok Timur, Webinar yg diselenggarakan oleh Unicef Indonesia dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lombok Timur menghadirkan secara virtual pihak yang terkait dalam pengembangan PKSAI yaitu  Kabid Rehsos Drs. Edy S dan Kasi Anak dan LU Khalid Bisri, S.H., M.H., Kepala desa pringgabaya utara dAN Kader Pembangunan Manusia. Mengawali pendapatnya dengan menjelaskan tentang masih tingginya masalah sosial anak, Pekerja Sosial (Sakti Peksos) di seluruh, tersebut bukan sekedar reported case tapi memang sudah ditangani dengan baik oleh Sakti Peksos, Data tersebut hanya merupakan salah satu contoh masalah anak, diantara berbagai data yang dikumpulkan oleh banyak stakeholder. Atensi merupakan layanan yang mengutamakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas dan residensial sebagai alternatif terakhir. Keluarga merupakan tempat terbaik bagi anak, dengan tetap memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak, dalam rangka persiapan untuk melakukan kegiatan Layanan Integratif untuk anak dengan cara menghadirkan semua Layanan OPD, untuk memberikan pelayanan langsung kepada anak-anak rentan, sehingga Sebelum dilakukan pelayanan integratif anak, pihak desa dan Kader Pembangunan Manusia mendata kebutuhan - kebutuhan anak rentan di semua kekadusan. Di sisi lain, komunitas merupakan lingkungan terdekat bagi anak dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis. Maka, komunitas harus dikuatkan agar lebih sensitif dan responsif dalam mencegah dan menyelesaikan permasalahan yang dialami anak. Sementara itu, pelayanan berbasis institusi/residential merupakan alternatif terakhir setelah pelayanan berbasis keluarga dan komunitas, Pada implementasinya, berbagai layanan ATENSI Anak perlu terintegrasi dengan layanan lainnya baik di lingkungan Kementerian Sosial sendiri maupun dengan stakeholder lainnya. "Dalam berbagai situasi, apalagi di tengah pandemi COVID-19, dibutuhkan pelayanan terpadu yang bersifat komprehensif dan bisa menjangkau seluruh warga, mengedepankan peran dan tanggung jawab keluarga serta  masyarakat secara profesional. PKSAI bisa menjadi salah satu solusi yang bisa dihadirkan di berbagai daerah," PKSAI harus dimaksimalkan di setiap daerah karena mampu mengidentifikasi dan menangani anak-anak berisiko rentan terhadap kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran dengan mempromosikan keterpaduan untuk penyediaan layanan secara efektif dan efisien. Bahwa PKSAI adalah upaya membangun sistem yang melibatkan banyak stakeholder, dibutuhkan waktu untuk “mengetuk pintu” berbagai kementerian/lembaga maupun dinas-dinas untuk menyediakan layanan integratif. Hal ini membutuhkan komitmen Kepala Daerah dan banyak pihak karena  persoalan anak tidak bisa diatasi secara sektoral, namun membutuhkan kerja sistemik dan kolaboratif. "PKSAI membuat struktur yang lebih jelas karena ada sumber solusi untuk bisa berkolaborasi bersama. PKSAI juga memiliki manajemen data melalui data layanan serta integrasi pengelolaan dan pengendalian data. Peran SDM serta Pekerja Sosial ditunjang dengan lembaga jejaring, Saat ini, kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak akan mempercepat perkembangan PKSAI baru lainnya. "Sehingga komitmen itu tidak hanya Dinas Sosial, tapi juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Badan Perencana dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) serta berbagai universitas yang mendukung, "SDM dalam penyelenggaraan perlindungan anak dan kesejahteraan sosial masih minim, jadi kami berharap kerjasama dengan universitas. PKSAI bisa dijadikan sebagai lokasi praktek untuk membandingkan antara teori dengan kondisi di lapangan sehingga bisa saling memperkuat,"  fakta permasalahan anak di tengah pandemi COVID-19. Saat ini, tantangan baru bagi semua pemangku kepentingan PKSAI dalam mendeteksi berbagai risiko kerentanan yang akan terjadi kepada anak. "Selain itu, pandemi COVID-19 mengajarkan bahwa one stop service seperti PKSAI adalah pilihan yang tepat karena korban dan keluarga bisa mendapat pelayanan dan berkoordinasi di satu tempat secara efisien, Kabid Rehsos  Anak Drs. Edy S berpesan, "Kami mendorong agar setiap kabupaten/kota melakukan urusan wajib terkait pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal untuk penanganan anak telantar. Kewajiban ini juga harus dilaksanakan secara integratif. Hari Rabu 11 November 2020.

  • Rabu, 11 November 2020 - 14:52:01 WIB
  • ADMIN-DINSOS

Berita Terkait Lainnya