Kadis Dinsos (MAHSIN, S.Pd.,MM) Langsung Mengunjungi Keadaan Warga yang Terkungkung Kemiskinan di Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat

  • Rabu, 29 September 2021 - 07:01:32 WIB
  • ADMIN-DINSOS
Kadis Dinsos (MAHSIN, S.Pd.,MM) Langsung Mengunjungi  Keadaan Warga yang Terkungkung Kemiskinan di Desa Rensing  Bat Kecamatan Sakra Barat

Kehidupan salim syarif (53) boleh di bilang jauh dari kata layak. Tinggal di gubuk reot hanya beralaskan tikar yang sudah lusuh, warga asal Timuk Rurung, Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur ini membangun tempat tinggal persis dipinggir sungai dengan keadaan sederhana.

Gubuk Reot yang ditempatnya itu tingginya tidak lebih 2 meter, tiangnya pun hanya menggunakan bambu, beratapkan beberapa kain, karpen dan pelepah daun kelapa. Jika hujan turun, gubuk yang tempati itu sering mengalami kebocoran.

Tidak jarang, eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini menumpang tidur di rumah kerabatnya, untuk menghindari air yang hujan yang masuk lewat atap gubuk reotnya itu.

Diketahui Salim menjalani kehidupan seperti itu sudah puluhan tahun lamanya. Hanya saja, ia sering berpindah-pindah. Dan gubuk reot yang menjadi tempat singgahnya saat ini baru setahun lebih ditempati.

" Sudah puluhan tahun saya begini, berdaasarkan keterangan dari salim, ia memiliki saudara yang juga tinggal tidak jauh dari gubuknya itu, Namun ia menolak untuk tinggal bersama saudara, lantaran merasa malu dan tidak ingin merepotkan saudara yang sudah memiliki rumah tangga.

" Saya malu untuk menyusahkan orang lain,"ucap salim sembari memilah biji kapas yang ada ditangannya.

Diketahui, salim juga pernah menjalin bahtera rumah tangga tapi tidak memiliki buah hati. Sayangnya, perkawinannya tidak berlangsung lama.

Sebenarnya, salim memiliki sebidang tanah dan tanah miliknya itu sudah digadaikan ke saudaranya untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.

Saat ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, salim mengumpulkan barang-barang berkas untuk di jual. Dalam sehari, terkadang ia mampu mengumpulkan uang dari hasil menjual barang bekas sebesar Rp. 5.000. Bahkan dalam sehari, uang Rp. 5000 belum tentu juga didapatkannya.

" Kalau ada rezeki saya beli nasi, kalau tidak ada terpaksa menahan lapar. Kadang-kadang juga dibawakan sama saudaranya. Tapi makanan yang dibawakan itu tetap saya bayar, karena saya merasa malu dan tidak ingin menyusahkan orang lain, "tutur Salim.

Kendati memiliki saudara , Salim, mengaku malu dan tidak ingin merepotkan saudaranya. Sehingga ia lebih baik memilih tinggal di gubuk reot yang dibuatnya di pinggir sungai.

" Sering dia kesini, tapi saya tidak mau merepotkan dia, dia juga sudah bekeluarga. Duda (53) tanpa anak itu juga tidak bisa membantah bahwa dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah Desa (Pemdes) Setempat. Ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur  untuk membuatkannya rumah yang layak. Meski sebelumnya, ia pernah didaftarkan sebagai warga penerima bantuan rumah layak huni (RTLH) oleh kadusnya. Tapi, hingga saat ini tidak pernah terealisasi.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Rensing Bat, Hadianto mengungkapkan bahwa, yang menjadi persoalan dari mantan TKI itu hanya tempat tinggalnya saja.

" Yang menjadi persoalan saat ini rumah saja, tidak ada masalah lain," sebutnya. Adapun untuk bantuan yang didapati berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun sambungnya, bantuan itu sudah tidak ada lagi Kemensos.

" Cuma BST ini yang didapati, yang lainnya tidak ada, " Ucapnya. Pihaknya juga akan terus mengupayakan agar membangun mantan TKI itu rumah yang layak. Ia juga menjelaskan jumlah masyarakat yang mendapatkan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berjumlah 6 orang. Hari Kamis, 23 September 2021

  • Rabu, 29 September 2021 - 07:01:32 WIB
  • ADMIN-DINSOS

Berita Terkait Lainnya