Kadis Dinsos (MAHSIN, S.Pd.,MM) bersama Kabid PFM (L. Haryadi S.Pi.,M.Si) dan Pekerja Sosial di Desa Sukadana Kec. Terara Kabupaten Lombok Timur

  • Senin, 18 April 2022 - 08:54:17 WIB
  • ADMIN-DINSOS
Kadis Dinsos (MAHSIN, S.Pd.,MM) bersama Kabid PFM (L. Haryadi S.Pi.,M.Si) dan Pekerja Sosial di Desa Sukadana Kec. Terara Kabupaten Lombok Timur

Mahsim warga Dusun Aik Muan Desa Sukadana Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur harus merelakan, Peliharaan milik satu satunya dijual demi membayar biaya rumah sakit sang buah hatinya. Pasalnya, anak keduanya, Elina Aulia usia 5.7 tahun menurut keterangan orang tuanya, diponis dokter RSUD Soedjono Selong mengidap penyakit Anemia Trombosit. “Mulai dirawat di rumah sakit tanggal 4 Januari 2022 selama 9 hari,” kata Suriani, ibu Elina. Elina sebelumnya pada awal tahun 2022 dilakukan pemeriksaan awal di Puskesmas Terara dan langsung di rujuk ke RSUD Selong. Elina masuk Rumah Sakit sebagai Pasien Umum, karena tidak memiliki kartu BPJS, sementara kedua orang tuanya dan saudaranya memiliki BPJS Kartu Indonesia Sehat. “Hanya dia sendiri yang tidak punya kartu BPJS,” ucap Mahsim. Untuk biaya rumah Sakit, Mahsim mengaku menjual Sapi, miliknya satu satunya. “Saya tebus rumah sakit 6.6juta,” katanya. Menurut orang tuanya, dari dokter RSUD Selong menyatakan Elina harus dirujuk ke RSUD Sanglah Denpasar untuk dilakukan parawatan lanjutan (operasi).Selama perawatan di Rumah Sakit, Elina mendapatkan donor Darah sebanyak 5 kantong. Dan khawatir akan biaya rumah sakit yang banyak, orang tuanya memutuskan untuk pulang dari rumah sakit walau sebenarnya belum diijinkan dokter yang merawat. Elina merupakan anak kedua dari pasangan Mahsim (42) dan Suarni (36) bertempat tinggal di Dusun Aik Muan Desa Sukadana Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur (Dekat SD 5 Sukadana). Orang tua Elina kesehariannya sebagai pengambil rumput untuk makanan Sapi peliharaannya (Sapi orang lain). Hingga saat ini Elina hanya tidur dan sesekali keluar halaman rumahnya. Elina mengaku masih sakit di pundak dan perutnya, serta timbul benjolan berisi nanah.

*Hasil Asesment dan intervensi hari ini:
1. Klien merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan tidak memiliki BPJS sehingga dinas sosial menerbitkan rekomendasi.
2. Tim merujuk klien ke puskesmas terara selanjutnya ke RSUD DR Soedjono ( sebelumnya klien pernah di rawat di RSUD DR Soedjono bulan Januari 2022 selama 8 hari namun karena ibunya sakit sehingga terpaksa pulang sedangkan perawatan klien  masih berlangsung ) karena tidak ada BPJS orang tua klien membayar biaya pengobatan dengan menjual hewan peliharaannya ( Sapi).
3. Kedua orang tua klien hanya buruh harian lepas sehingga pihak Kemensos memberikan bantuan kewira usahaan berupa Warung kelontong beserta isinya dan pembangunan kandang untuk usaha ayam petelur.


 *Rencana Tindak Lanjut:
Besok pagi Rabu 13 April 2022 tim sentra Paramita mengisi warung kelontong yang sudah disiapkan tempatnya oleh keluarga dan membangun kandang dan menyediakan ayam petelur serta terus memantau perkembangan pengobatan klien.

Hari Selasa  14 April 2022

  • Senin, 18 April 2022 - 08:54:17 WIB
  • ADMIN-DINSOS

Berita Terkait Lainnya